Avtur Bisa Digunakan di Kendaraan? Ini Fakta yang Harus Anda Tahu!
|

Avtur Bisa Digunakan di Kendaraan? Ini Fakta yang Harus Anda Tahu!

    data-sourcepos="36:1-39:0">
  • Jet A-1: Ini adalah standar internasional Avtur yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Keunggulannya adalah titik bekunya yang sangat rendah (-47°C), menjadikannya ideal untuk penerbangan jarak jauh dan ketinggian tinggi yang melintasi berbagai zona iklim.
  • Jet A: Jenis Avtur ini mirip dengan Jet A-1, namun memiliki titik beku yang sedikit lebih tinggi (-40°C). Jet A lebih umum digunakan di Amerika Serikat.
  • Jet B: Jenis Avtur ini memiliki volatilitas yang lebih tinggi dan titik beku yang lebih rendah lagi. Jet B digunakan di daerah dengan suhu ekstrem dingin, seperti Kanada dan Alaska, di mana risiko pembekuan bahan bakar sangat tinggi.

Perbedaan jenis Avtur ini menunjukkan betapa kompleksnya industri penerbangan dan bagaimana bahan bakar dirancang untuk memenuhi kebutuhan operasional yang spesifik di berbagai kondisi lingkungan.

Mitos 4: Avtur Bisa Dipakai untuk Bahan Bakar Kendaraan Darat, Lebih Hemat

Mungkin pernah terlintas ide untuk menggunakan Avtur sebagai alternatif bahan bakar kendaraan diesel, terutama jika melihat kemiripan fisiknya. Namun, Avtur tidak direkomendasikan untuk kendaraan darat.

Baca Juga :  AI Makin Canggih, Tapi 5 Profesi Ini Tetap Laris Manis!

Fakta: Penggunaan Avtur pada mesin diesel kendaraan darat justru dapat menimbulkan masalah dan kerusakan. Alasan utamanya adalah:

  • Kurang Sifat Pelumasan: Avtur tidak memiliki sifat pelumasan yang memadai untuk mesin diesel kendaraan darat. Mesin diesel bergantung pada pelumasan bahan bakar untuk menjaga komponen internal tetap berfungsi dengan baik. Kekurangan pelumasan dapat menyebabkan keausan dini dan kerusakan mesin.
  • Perbedaan Komposisi Kimia: Komposisi kimia Avtur dan diesel berbeda. Mesin diesel kendaraan darat dirancang untuk bahan bakar diesel, bukan Avtur. Penggunaan Avtur dapat mengganggu kinerja mesin dan bahkan merusaknya.
  • Pelanggaran Regulasi: Penggunaan Avtur pada kendaraan darat juga melanggar regulasi yang berlaku dan dapat berdampak negatif pada lingkungan karena emisi yang dihasilkan tidak sesuai standar kendaraan darat.

Mitos 5: Avtur Itu Murni, Tidak Mungkin Mengandung Air

Air dan bahan bakar adalah musuh bebuyutan dalam penerbangan. Muncul mitos bahwa Avtur pasti bebas air untuk menjaga keamanan penerbangan. Padahal, faktanya tidak sesederhana itu.

Fakta: Kandungan air dalam Avtur adalah masalah serius yang terus dipantau dan dikendalikan dalam industri penerbangan. Air bisa masuk ke dalam Avtur melalui berbagai cara, terutama kondensasi. Mengapa air berbahaya dalam Avtur?

  • Pembentukan Es di Ketinggian: Pada ketinggian jelajah pesawat, suhu udara sangat dingin. Air yang terkandung dalam Avtur bisa membeku dan membentuk kristal es. Kristal es ini dapat menyumbat sistem bahan bakar, menghambat aliran bahan bakar ke mesin, dan berpotensi menyebabkan kegagalan mesin.
  • Korosi: Air juga dapat menyebabkan korosi pada tangki dan sistem bahan bakar pesawat, merusak komponen-komponen penting dan membahayakan keselamatan penerbangan.
Baca Juga :  Hirarki Referensi: Dari Wikipedia Hingga Jurnal Ilmiah, Mana yang Terpercaya?

Oleh karena itu, prosedur ketat diterapkan untuk meminimalkan dan memantau kandungan air dalam Avtur. Beberapa langkah pencegahan dan pengendalian meliputi:

  • Penggunaan Aditif: Aditif khusus ditambahkan ke Avtur untuk mencegah pembentukan es dan mikroorganisme yang bisa tumbuh di dalam bahan bakar yang terkontaminasi air.
  • Sistem Filtrasi: Avtur secara rutin disaring untuk menghilangkan air dan partikel-partikel kontaminan lainnya.
  • Prosedur Penanganan Ketat: Prosedur penanganan Avtur dirancang untuk mencegah kontaminasi air selama penyimpanan, transportasi, dan pengisian bahan bakar pesawat.

Mitos 6: Avtur Tidak Berdampak Buruk pada Lingkungan, Ramah Lingkungan

Di tengah isu perubahan iklim, seringkali ada anggapan bahwa industri penerbangan tidak terlalu berkontribusi pada masalah lingkungan. Mitos Avtur tidak berdampak pada lingkungan perlu diluruskan.

Baca Juga :  Pensiun Bahagia, 7 Kebiasaan Sederhana agar Tetap Sehat dan Produktif

Fakta: Pembakaran Avtur menghasilkan emisi gas rumah kaca, terutama karbon dioksida (CO₂) dan nitrogen oksida (NOₓ). Gas-gas ini berkontribusi signifikan terhadap perubahan iklim global. Industri penerbangan bertanggung jawab atas sekitar 2-3% dari total emisi CO₂ global, dan angka ini terus meningkat seiring dengan pertumbuhan industri penerbangan.

Untuk mengurangi dampak lingkungan ini, industri penerbangan global terus berupaya mengembangkan solusi yang lebih berkelanjutan. Salah satu solusi utama adalah Pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF). SAF adalah bahan bakar alternatif yang diproduksi dari sumber daya terbarukan, seperti minyak nabati, limbah pertanian, dan alga. Penggunaan SAF dapat mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 80% dibandingkan Avtur konvensional sepanjang siklus hidupnya. Meskipun implementasi SAF masih menghadapi tantangan biaya produksi dan ketersediaan bahan baku, pengembangan dan adopsi SAF adalah langkah penting menuju penerbangan yang lebih ramah lingkungan.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *