Efek ‘Silent Treatment’ di Medsos, Lebih Berharga Tanpa Harus Eksis?
harmonikita.com – Di era digital yang serba cepat ini, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Dari bangun tidur hingga sebelum tidur, kita sering kali terhubung dengan dunia maya. Namun, ada segelintir orang yang memilih untuk tidak aktif membagikan setiap detil kehidupannya di media sosial. Bahkan, mereka jarang update di media sosial. Menariknya, orang-orang ini justru sering kali terlihat lebih berharga, baik di dunia maya maupun nyata. Kenapa bisa begitu?
Mengapa Jarang Update di Media Sosial Itu Berbeda?
Kehidupan di media sosial sering kali terfokus pada berbagi momen—baik itu foto liburan, makan siang, atau sekadar status singkat. Namun, terlalu sering memperbarui status atau membagikan kegiatan sehari-hari bisa memberi kesan bahwa seseorang sedang mengejar pengakuan atau perhatian dari orang lain. Sebaliknya, orang yang jarang update di media sosial sering kali terlihat lebih tenang, lebih fokus, dan lebih bijaksana dalam menggunakan waktu mereka. Mereka tahu kapan dan bagaimana menjaga privasi, serta menyaring apa yang seharusnya dilihat oleh publik.
1. Fokus pada Kehidupan Nyata
Salah satu alasan utama orang yang jarang update di media sosial sering dianggap lebih berharga adalah mereka cenderung lebih fokus pada kehidupan nyata. Mereka tidak terbebani oleh tekanan untuk membagikan setiap momen kehidupan mereka ke publik. Sebaliknya, mereka lebih banyak meluangkan waktu untuk berinteraksi langsung dengan orang-orang di sekitar mereka, memperdalam hubungan pribadi, atau mengejar passion dan tujuan mereka.
Hal ini memungkinkan mereka untuk memiliki waktu lebih untuk meraih kesuksesan dan perkembangan diri, baik itu dalam pekerjaan, hubungan pribadi, atau hobi yang mereka tekuni. Dan karena mereka tidak terlalu sering menghabiskan waktu di media sosial, mereka lebih jarang terjebak dalam perangkap perbandingan sosial yang bisa merusak rasa percaya diri.
2. Lebih Autentik dan Tidak Berusaha Menjadi Apa yang Orang Lain Inginkan
Di dunia yang penuh dengan standar kecantikan, kesuksesan, dan kehidupan ideal yang sering dipamerkan di media sosial, seseorang yang jarang update di media sosial cenderung terlihat lebih autentik. Mereka tidak merasa perlu untuk menampilkan diri mereka dengan cara yang sesuai dengan ekspektasi orang lain. Mereka lebih memilih untuk menjadi diri sendiri, baik dalam kehidupan nyata maupun di dunia maya, tanpa perlu menyesuaikan diri dengan standar yang mungkin tidak sesuai dengan kepribadian mereka.
Dengan tidak terlalu aktif di media sosial, mereka memberi ruang bagi diri mereka untuk menjadi pribadi yang lebih sejati tanpa tekanan eksternal. Ini membuat mereka lebih mudah dihargai oleh orang-orang di sekitar mereka, karena keaslian itu sendiri sudah menjadi nilai yang sangat dicari oleh banyak orang.
3. Membuktikan Bahwa Keberhasilan Tidak Harus Dilihat Orang Lain
Seseorang yang jarang update di media sosial biasanya tidak merasa perlu untuk menunjukkan pencapaian mereka kepada dunia. Mereka percaya bahwa kesuksesan sejati tidak perlu dipamerkan untuk diakui. Dengan fokus pada hasil nyata, mereka dapat mencapai tujuan tanpa harus mengumbar pencapaian mereka ke publik.
Mereka mungkin lebih memilih untuk melakukan pekerjaan mereka dengan penuh dedikasi dan memberikan hasil yang berbicara sendiri. Orang-orang seperti ini sering kali dikenal karena integritas dan dedikasi mereka, bukan karena postingan atau update mereka di media sosial. Keberhasilan mereka di dunia nyata lebih diukur oleh tindakan mereka, bukan oleh jumlah likes atau komentar yang mereka terima.
4. Menghargai Privasi dan Batasan
Dalam dunia di mana berbagi informasi pribadi telah menjadi norma, orang yang jarang update di media sosial menunjukkan kemampuan untuk menjaga batasan yang sehat. Mereka tidak merasa perlu untuk membagikan setiap detil kehidupan mereka, baik itu masalah pribadi, hubungan, atau bahkan pencapaian kecil mereka. Hal ini menunjukkan kedewasaan dalam mengelola informasi pribadi dan lebih memilih untuk menjaga privasi.