7 Jebakan Desain Rumah yang Bikin Tamu Kabur
3. Area Duduk yang Tidak Nyaman: Sofa Keras, Kursi Tanpa Sandaran
data-sourcepos="30:1-30:263">Kenyamanan area duduk adalah kunci utama agar tamu betah berlama-lama di rumah Anda. Jika tamu Anda harus duduk di sofa yang keras, kursi tanpa sandaran, atau bantal yang kempes, tentu mereka tidak akan merasa nyaman dan ingin segera mencari alasan untuk pulang.
- Sofa atau kursi terlalu keras: Sofa atau kursi yang terlalu keras akan membuat tamu merasa pegal dan tidak nyaman duduk berlama-lama. Material upholstery yang kasar juga bisa menambah rasa tidak nyaman.
- Kurang bantal dan selimut: Bantal dan selimut bukan hanya elemen dekoratif, tetapi juga berfungsi untuk menambah kenyamanan. Ruangan tanpa bantal dan selimut akan terasa dingin dan kurang mengundang.
- Tata letak area duduk yang tidak intim: Menata kursi berjajar seperti di ruang tunggu kantor, alih-alih menciptakan suasana hangat dan akrab, justru bisa membuat tamu merasa canggung dan tidak nyaman untuk berinteraksi.
Solusinya: Investasikan pada sofa dan kursi yang nyaman dengan upholstery yang lembut dan empuk. Sediakan bantal sofa dan selimut yang cukup untuk menambah kenyamanan dan kehangatan. Tata area duduk secara berkelompok dan intim, misalnya dengan menata sofa dan kursi saling berhadapan atau membentuk huruf L. Tambahkan meja kopi di tengah area duduk sebagai pusat interaksi. Pertimbangkan juga untuk menyediakan kursi tambahan yang fleksibel, seperti ottoman atau pouffe, yang bisa digunakan sebagai sandaran kaki atau tempat duduk tambahan jika diperlukan.
4. Dekorasi yang Terlalu Personal dan Berlebihan
Rumah memang adalah cerminan pribadi pemiliknya. Namun, mendekorasi rumah terlalu personal dan berlebihan justru bisa membuat tamu merasa tidak nyaman dan merasa seperti “menginvasi” ruang pribadi Anda.
- Terlalu banyak foto keluarga: Memajang terlalu banyak foto keluarga, terutama foto-foto yang sangat pribadi, bisa membuat tamu merasa canggung dan seperti memasuki galeri keluarga Anda, bukan rumah yang ramah untuk bersantai.
- Koleksi pribadi yang terlalu dominan: Memajang koleksi pribadi secara berlebihan, misalnya koleksi boneka, action figure, atau barang-barang antik yang memenuhi seluruh ruangan, bisa membuat ruangan terasa penuh sesak dan kurang enak dipandang. Tamu mungkin merasa terintimidasi atau bahkan merasa jijik jika koleksi tersebut kurang sesuai dengan selera mereka.
- Warna cat dinding yang terlalu ekstrem: Warna cat dinding yang terlalu mencolok atau gelap, misalnya warna merah menyala, ungu tua, atau hitam pekat, bisa menciptakan suasana yang kurang nyaman dan bahkan menekan. Warna-warna ekstrem ini juga bisa membuat ruangan terasa lebih sempit dan panas.
Solusinya: Pilih dekorasi yang netral dan welcoming. Batasi jumlah foto keluarga yang dipajang, pilih foto-foto yang bersifat umum dan tidak terlalu pribadi. Tata koleksi pribadi secara selektif dan tidak berlebihan, pajang beberapa item terbaik sebagai aksen dekoratif, bukan mendominasi seluruh ruangan. Pilih warna cat dinding yang netral dan lembut, seperti putih broken white, krem, abu-abu muda, atau warna-warna pastel. Warna-warna netral ini akan memberikan kesan ruangan yang lebih luas, terang, dan bersih. Tambahkan sentuhan warna melalui elemen dekoratif seperti bantal sofa, karpet, atau tanaman hias.
5. Kurangnya Sentuhan Tanaman Hijau dan Segar
Tanaman hijau bukan hanya berfungsi sebagai dekorasi, tetapi juga memiliki banyak manfaat untuk menciptakan suasana ruangan yang lebih segar, hidup, dan nyaman. Kurangnya sentuhan tanaman hijau bisa membuat ruangan terasa kering, kaku, dan kurang bersemangat.