Pujian Ini Ternyata Merendahkan Orang lain, Kamu Pernah?
data-sourcepos="3:1-3:525">harmonikita.com – Pujian, layaknya senyuman, seharusnya menular dan membangkitkan semangat. Namun, tahukah kamu, ada jenis pujian yang justru berlawanan efeknya? Istilah kerennya, backhanded compliments, atau pujian yang sebenarnya merendahkan. Di era media sosial dan interaksi yang serba cepat ini, penting bagi kita untuk lebih peka terhadap jenis pujian yang satu ini. Artikel ini akan membahas lebih dalam tentang backhanded compliments, mengapa kita harus menghindarinya, dan bagaimana cara memberikan pujian yang tulus dan bermakna.
Mengapa Backhanded Compliments Begitu Berbahaya?
Backhanded compliments adalah pujian yang diselipkan dengan sindiran atau komentar negatif. Sekilas, kalimatnya terdengar seperti pujian, tetapi jika dicermati, ada pesan tersembunyi yang merendahkan lawan bicara. Efeknya bisa sangat merusak, mulai dari menurunkan kepercayaan diri, memicu rasa tidak aman, hingga merusak hubungan interpersonal.
Salah satu alasan mengapa backhanded compliments begitu berbahaya adalah karena sifatnya yang ambigu. Penerima pujian mungkin merasa ada yang salah dengan kalimat tersebut, tetapi sulit untuk memastikannya. Hal ini bisa menimbulkan kebingungan dan bahkan self-doubt. Pemberi pujian pun seringkali berkelit dengan mengatakan bahwa mereka hanya bercanda atau tidak bermaksud buruk. Namun, dampaknya tetaplah ada.
10 Contoh Backhanded Compliments yang Sering Kita Dengar (dan Harus Dihindari)
Berikut adalah beberapa contoh backhanded compliments yang mungkin sering kita dengar dalam percakapan sehari-hari:
1. “Kamu pintar juga, ya, ternyata.”
Kata “ternyata” di sini mengimplikasikan bahwa sebelumnya kamu meragukan kemampuan intelektual orang tersebut. Ini sama saja dengan mengatakan, “Saya tidak menyangka kamu sebodoh ini sebelumnya.”
2. “Untuk ukuran pria/wanita, kamu hebat.”
Membandingkan seseorang berdasarkan gender adalah bentuk seksisme terselubung. Pujian ini merendahkan kemampuan individu dan menggeneralisasi kemampuan berdasarkan gender.
3. “Wow, kamu bisa makan banyak tapi masih kurus, hebat!”
Komentar tentang berat badan dan kebiasaan makan bisa sangat sensitif bagi sebagian orang. Meskipun maksudnya mungkin bercanda, komentar ini bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman dengan tubuhnya.
4. “Kamu cantik/tampan kalau pakai [sesuatu].”
Pujian ini menyiratkan bahwa tanpa atribut tersebut, penampilan seseorang tidak menarik. Ini bisa merusak kepercayaan diri dan membuat seseorang merasa bergantung pada atribut eksternal.
5. “Kamu pintar banget untuk seseorang dari [latar belakang].”
Mengaitkan kecerdasan dengan latar belakang tertentu adalah bentuk stereotip dan diskriminasi. Pujian ini merendahkan individu dan menggeneralisasi kemampuan berdasarkan latar belakang.
6. “Kamu kelihatan muda sekali untuk usiamu.”
Meskipun terdengar seperti pujian, komentar ini bisa membuat seseorang merasa bahwa bertambah tua adalah hal yang negatif. Setiap tahapan usia memiliki keindahan dan keunikannya masing-masing.
7. “Kamu melakukan pekerjaan ini lebih baik dari yang saya kira.”
Pujian ini menyiratkan bahwa ekspektasi terhadap kinerja seseorang sangat rendah di awal. Ini tentu saja bukan pujian yang membangun.
8. “Kamu hebat karena sudah bisa melakukan itu sendiri.”
Komentar ini bisa merendahkan kemampuan seseorang dan mengimplikasikan bahwa tugas tersebut seharusnya sulit untuk diselesaikan sendiri.
9. “Kamu luar biasa mengingat kondisimu.”
Membawa-bawa kondisi atau kekurangan seseorang dalam pujian adalah tindakan yang tidak sensitif dan bisa melukai perasaan.