Jangan Tertipu, 10 Sinyal Bahaya Iklan Lowongan Pekerjaan
data-sourcepos="3:1-3:496">harmonikita.com – Mencari pekerjaan impian memang seru, tapi jangan sampai euforia melamar membuatmu abai terhadap detail penting. Deskripsi lowongan pekerjaan, yang seharusnya memberikan gambaran jelas tentang posisi yang ditawarkan, terkadang justru menyimpan sinyal bahaya tersembunyi.
Sinyal-sinyal ini, jika diabaikan, bisa berujung pada kekecewaan, stres, bahkan pengalaman kerja yang buruk. Jadi, sebelum kamu mengirimkan lamaran, luangkan waktu untuk membaca dengan cermat dan waspadai 10 sinyal bahaya berikut ini:
1. Bahasa yang Terlalu Umum dan Tidak Spesifik
Deskripsi pekerjaan yang baik seharusnya memberikan detail konkret tentang tanggung jawab, keterampilan yang dibutuhkan, dan ekspektasi perusahaan. Jika deskripsi menggunakan bahasa yang terlalu umum, seperti “bertanggung jawab atas tugas-tugas administratif” atau “bekerja dalam tim,” tanpa penjelasan lebih lanjut, ini bisa menjadi tanda bahwa perusahaan sendiri belum memiliki gambaran yang jelas tentang peran tersebut. Hal ini bisa mengindikasikan kurangnya struktur organisasi atau bahkan potensi micromanagement di kemudian hari.
2. Penekanan Berlebihan pada “Kerja Cepat” dan “Tekanan Tinggi”
Memang, beberapa pekerjaan menuntut kecepatan dan kemampuan beradaptasi dengan tekanan. Namun, jika deskripsi lowongan pekerjaan terlalu sering menekankan frasa seperti “lingkungan kerja yang serba cepat,” “mampu bekerja di bawah tekanan,” atau “target yang agresif,” ini bisa menjadi red flag. Bisa jadi, perusahaan sedang mencari seseorang yang rela bekerja lembur terus-menerus dan mengorbankan work-life balance. Waspadalah, karena hal ini berpotensi menyebabkan stres dan burnout.
3. Persyaratan Kualifikasi yang Terlalu Banyak dan Tidak Relevan
Deskripsi pekerjaan yang mencantumkan daftar panjang kualifikasi yang tampaknya tidak relevan dengan posisi yang ditawarkan bisa mengindikasikan dua hal: perusahaan tidak tahu apa yang mereka cari, atau mereka sengaja memasang standar yang sangat tinggi untuk mendapatkan kandidat “super” dengan gaji yang lebih rendah. Misalnya, posisi customer service yang mensyaratkan gelar S2 atau pengalaman 5 tahun di bidang marketing. Ini patut dicurigai.
4. Tidak Ada Informasi tentang Jenjang Karir atau Pengembangan Diri
Perusahaan yang baik akan berinvestasi pada pengembangan karyawannya. Jika deskripsi pekerjaan tidak menyebutkan peluang pelatihan, mentoring, atau jenjang karir, ini bisa menandakan bahwa perusahaan hanya fokus pada hasil jangka pendek dan kurang peduli dengan pertumbuhan profesional karyawannya.
5. Penggunaan Kata-Kata yang Merendahkan atau Diskriminatif
Perhatikan dengan seksama pilihan kata yang digunakan dalam deskripsi. Jika ada kata-kata yang merendahkan, seksis, rasis, atau diskriminatif, ini adalah tanda bahaya yang sangat jelas. Contohnya, “dicari pria/wanita berpenampilan menarik” atau “usia maksimal 25 tahun.” Perusahaan yang profesional dan inklusif tidak akan menggunakan bahasa seperti ini.
6. Deskripsi yang Berubah-Ubah dalam Waktu Singkat
Jika kamu melihat deskripsi lowongan pekerjaan yang sama diposting ulang beberapa kali dalam waktu singkat dengan perubahan yang signifikan, ini bisa mengindikasikan bahwa perusahaan kesulitan menemukan kandidat yang tepat atau bahkan mengalami turnover karyawan yang tinggi. Cari tahu lebih lanjut tentang reputasi perusahaan sebelum melamar.
7. Penekanan Berlebihan pada “Keluarga” atau “Kultur Kekeluargaan”
Meskipun terdengar positif, penekanan berlebihan pada “kultur kekeluargaan” dalam konteks pekerjaan terkadang bisa menjadi jebakan. Perusahaan mungkin menggunakan frasa ini untuk menutupi ekspektasi yang tidak realistis, seperti bekerja di luar jam kerja tanpa kompensasi atau mengaburkan batasan profesional dan personal.