Psikologi Karir, Kapan Waktunya Kita Harus Pindah Profesi? Ini 5 Jawabannya!
- data-sourcepos="28:1-32:0">
- Kamu merasa tidak nyaman dengan budaya perusahaan atau etika kerja di tempatmu bekerja. Ada hal-hal yang kamu lihat atau dengar yang bertentangan dengan prinsip-prinsip yang kamu yakini.
- Kamu merasa pekerjaanmu tidak memberikan dampak positif atau kontribusi yang berarti. Kamu mempertanyakan tujuan akhir dari apa yang kamu kerjakan setiap hari.
- Kamu seringkali merasa harus berkompromi dengan nilai-nilaimu demi pekerjaan. Kamu terpaksa melakukan atau menyetujui hal-hal yang sebenarnya tidak kamu yakini.
- Kamu merasa ada gap antara apa yang kamu harapkan dari pekerjaan dengan kenyataan yang kamu hadapi. Ekspektasi dan realita tidak sejalan, terutama dalam hal nilai-nilai yang penting bagimu.
Mengidentifikasi nilai-nilai pribadi dan mencocokkannya dengan pekerjaan adalah langkah penting dalam psikologi karir. Memahami apa yang benar-benar penting bagimu dalam sebuah pekerjaan dapat membantumu menentukan apakah karir saat ini masih sejalan dengan arah hidup yang kamu inginkan.
3. Keterampilan dan Bakatmu Tidak Termanfaatkan dengan Optimal
Mungkin kamu memiliki bakat terpendam atau keterampilan khusus yang tidak terpakai dalam pekerjaanmu saat ini. Atau, mungkin kamu merasa bahwa potensi dirimu jauh lebih besar dari apa yang saat ini kamu tunjukkan di tempat kerja. Rasa tidak berkembang dan tidak bisa menunjukkan kemampuan terbaikmu bisa menjadi tanda bahwa kamu perlu mencari lingkungan kerja yang lebih tepat.
Teori Self-Determination dalam psikologi motivasi menekankan pentingnya tiga kebutuhan psikologis dasar untuk kebahagiaan dan motivasi intrinsik, yaitu: competence (merasa kompeten dan mampu), autonomy (merasa memiliki kendali dan kebebasan), dan relatedness (merasa terhubung dan berarti). Jika pekerjaanmu tidak memberikan ruang untuk mengembangkan competence dan menggunakan keterampilanmu secara maksimal, rasa frustrasi dan ketidakpuasan bisa muncul.
- Kamu merasa pekerjaanmu terlalu mudah atau tidak menantang. Kamu merasa overqualified untuk tugas-tugas yang diberikan dan tidak ada ruang untuk belajar hal baru.
- Kamu memiliki keterampilan atau bakat yang relevan dengan pekerjaan lain, namun tidak terpakai di pekerjaanmu saat ini. Kamu merasa potensi dirimu terbuang sia-sia.
- Kamu tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan baru yang kamu minati. Pekerjaanmu tidak mendukungmu untuk belajar dan berkembang secara profesional.
- Kamu merasa bahwa pekerjaanmu saat ini menghambatmu untuk mencapai potensi maksimalmu. Kamu merasa bisa melakukan hal yang lebih besar dan berarti di bidang lain.
Mengenali dan mengembangkan kekuatan serta bakat adalah kunci untuk mencapai kepuasan karir. Jika kamu merasa pekerjaanmu saat ini tidak memungkinkanmu untuk menunjukkan kemampuan terbaikmu, mempertimbangkan karir impian yang lebih sesuai dengan skillset dan minatmu bisa menjadi langkah yang bijak.
4. Kesehatan Fisik dan Mental Mulai Terdampak Negatif
Pekerjaan yang tidak sesuai atau lingkungan kerja yang toksik dapat memberikan dampak buruk pada kesehatan fisik dan mental. Stres kronis akibat pekerjaan yang tidak memuaskan bisa memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan tidur, sakit kepala, masalah pencernaan, hingga gangguan kecemasan dan depresi.
Sebuah studi dari American Psychological Association menemukan bahwa stres akibat pekerjaan merupakan salah satu penyebab utama masalah kesehatan mental di kalangan orang dewasa. Pekerja yang merasa stres kronis cenderung lebih rentan mengalami burnout, depresi, dan gangguan kecemasan.