9 Kebiasaan Ini Bisa Jadi Biang Kerok Masalah Kesehatan Mental

9 Kebiasaan Ini Bisa Jadi Biang Kerok Masalah Kesehatan Mental

data-sourcepos="5:1-5:353">harmonikita.com – Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Sayangnya, seringkali kita tanpa sadar melakukan sikap-sikap sepele yang justru dapat merapuhkan mental kita. Padahal, menjaga kesehatan mental penting agar kita bisa menjalani hidup dengan lebih optimal. Artikel ini akan membahas beberapa sikap sepele tersebut dan bagaimana cara memperbaikinya.

Meremehkan Kekuatan Istirahat yang Cukup

Di era serba cepat ini, seringkali kita mengorbankan waktu istirahat demi menyelesaikan pekerjaan atau kegiatan lainnya. Padahal, kurang tidur atau istirahat yang tidak berkualitas dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental. Sebuah studi menunjukkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan kecemasan dan depresi.

Istirahat yang cukup bukan hanya soal tidur 7-8 jam sehari, tapi juga tentang bagaimana kita mengisi waktu istirahat tersebut. Cobalah untuk menjauhkan diri dari gadget sebelum tidur, menciptakan suasana kamar yang nyaman, dan melakukan aktivitas relaksasi seperti meditasi atau membaca buku. Dengan istirahat yang cukup, pikiran akan lebih jernih dan kita pun lebih siap menghadapi tantangan.

Baca Juga :  Mulut Kering Saat Bangun? Awas! Bisa Jadi Alarm Tubuhmu!

Terlalu Keras pada Diri Sendiri

Perfeksionisme memang bisa memotivasi kita untuk mencapai yang terbaik. Namun, jika berlebihan, justru dapat menjadi bumerang bagi kesehatan mental. Terlalu keras pada diri sendiri, terus-menerus mengkritik diri, dan merasa tidak pernah cukup baik hanya akan memicu stres dan rasa cemas.

Ingatlah bahwa setiap orang punya kekurangan dan kelebihan. Menerima diri sendiri apa adanya, merayakan pencapaian sekecil apapun, dan belajar dari kesalahan adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan mental. Berikan diri Anda ruang untuk bertumbuh dan berkembang tanpa harus merasa sempurna.

Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Media sosial seringkali menampilkan “highlight” kehidupan orang lain. Melihat pencapaian orang lain di media sosial bisa memicu perasaan iri, rendah diri, dan merasa tidak berharga. Padahal, apa yang kita lihat di media sosial belum tentu mencerminkan realita yang sebenarnya.

Baca Juga :  Hubungan Stres dan Kualitas Tidur, Atasi Insomnia Akibat Tekanan

Setiap orang punya perjalanan hidupnya masing-masing. Fokuslah pada tujuan dan impian Anda sendiri, dan jadikan pencapaian orang lain sebagai inspirasi, bukan sebagai ajang untuk membandingkan diri. Ingatlah bahwa Anda unik dan berharga dengan cara Anda sendiri.

Mengabaikan Perasaan dan Emosi

Seringkali kita cenderung mengabaikan atau menekan perasaan dan emosi-anak-terganggu-waspada-efek-screen-time/">emosi negatif. Padahal, memendam perasaan hanya akan memperburuk kondisi mental. Emosi yang tidak tersalurkan dengan baik dapat memicu stres, kecemasan, bahkan depresi.

Belajarlah untuk mengenali dan menerima setiap emosi yang Anda rasakan. Carilah cara yang sehat untuk mengekspresikan emosi tersebut, misalnya dengan berbicara dengan orang terpercaya, menulis jurnal, atau melakukan aktivitas yang Anda sukai.

Baca Juga :  Chemical Peeling: Efektifkah Atasi Masalah Kulit? Simak Faktanya!

Kurang Bergerak dan Berolahraga

Aktivitas fisik tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga bagi kesehatan mental. Olahraga dapat melepaskan endorfin, hormon yang dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres.

Tidak perlu melakukan olahraga berat, cukup dengan berjalan kaki, bersepeda, atau yoga secara rutin. Temukan aktivitas fisik yang Anda nikmati dan lakukan secara teratur.

Menunda-nunda Pekerjaan (Prokrastinasi)

Menunda-nunda pekerjaan memang terasa menyenangkan sesaat, tetapi dampaknya bagi kesehatan mental bisa sangat buruk. Menumpuknya pekerjaan yang belum selesai hanya akan memicu stres, rasa bersalah, dan kecemasan.

Cobalah untuk memecah pekerjaan besar menjadi tugas-tugas kecil yang lebih mudah dikelola. Buatlah jadwal dan prioritaskan pekerjaan yang paling penting. Dengan begitu, Anda akan merasa lebih terorganisir dan terhindar dari stres akibat pekerjaan yang menumpuk.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *