Kenali Ciri Penderita ADHD, Konon Berisiko Hidup Lebih Pendek

Kenali Ciri Penderita ADHD, Konon Berisiko Hidup Lebih Pendek

data-sourcepos="3:1-3:395">harmonikita.com – Penderita ADHD atau Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder memiliki risiko hidup lebih pendek. ADHD adalah gangguan perkembangan saraf yang ditandai dengan kesulitan dalam memusatkan perhatian, hiperaktivitas, dan impulsivitas. Meskipun terdengar seperti masalah kecil, ADHD dapat berdampak signifikan pada kehidupan penderitanya, termasuk memengaruhi kesehatan fisik dan mental mereka.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam The Lancet Psychiatry menemukan bahwa orang dengan ADHD memiliki risiko kematian dini yang lebih tinggi, terutama akibat kecelakaan dan bunuh diri. Studi lain menunjukkan bahwa penderita ADHD cenderung memiliki gaya hidup yang kurang sehat, seperti merokok, kurang olahraga, dan pola makan yang buruk. Faktor-faktor ini dapat berkontribusi pada peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes, dan masalah kesehatan lainnya.

Lantas, apa saja ciri-ciri penderita ADHD? Bagaimana gangguan ini bisa memengaruhi kesehatan dan harapan hidup seseorang? Mari kita bahas lebih lanjut.

Baca Juga :  Demensia di Usia Muda, Generasi Z dan Alpha Juga Terancam?

Mengenal ADHD Lebih Dekat

ADHD bukanlah sekadar “anak yang tidak bisa diam”. Gangguan ini melibatkan ketidakseimbangan neurokimia di otak yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk mengatur perhatian, emosi, dan perilaku. Ciri-ciri ADHD dapat bervariasi dari orang ke orang, dan intensitasnya pun berbeda-beda.

Secara umum, ciri-ciri ADHD dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori utama:

1. Inatensi (Kesulitan Memusatkan Perhatian):

  • Mudah terdistraksi oleh hal-hal kecil.
  • Sulit untuk fokus pada tugas atau percakapan.
  • Sering melamun dan tampak tidak mendengarkan.
  • Kesulitan mengikuti instruksi dan menyelesaikan tugas.
  • Sering kehilangan barang-barang.
  • Mudah lupa dan tidak teratur.

2. Hiperaktivitas (Kelebihan Energi):

  • Selalu gelisah dan tidak bisa duduk diam.
  • Berbicara tanpa henti.
  • Sulit untuk bermain dengan tenang.
  • Sering berlari atau memanjat secara berlebihan.
  • Tampak selalu “on the go” dan tidak pernah lelah.
Baca Juga :  Stres Merajalela? Kendalikan Diri dengan 5 Langkah Jitu Ini!

3. Impulsivitas (Bertindak Tanpa Berpikir):

  • Sering menyela pembicaraan orang lain.
  • Sulit untuk menunggu giliran.
  • Bertindak tanpa memikirkan konsekuensinya.
  • Mudah frustrasi dan marah.
  • Cenderung mengambil risiko yang tidak perlu.

Penting untuk diingat bahwa tidak semua orang yang menunjukkan beberapa ciri di atas menderita ADHD. Diagnosis ADHD harus dilakukan oleh profesional kesehatan mental yang berkualifikasi, seperti psikiater atau psikolog, melalui serangkaian evaluasi dan tes.

Dampak ADHD pada Kesehatan dan Harapan Hidup

ADHD dapat berdampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan penderitanya, termasuk kesehatan fisik dan mental. Beberapa dampak ADHD yang perlu diperhatikan antara lain:

1. Kesehatan Mental:

  • Depresi dan Kecemasan: Penderita ADHD lebih rentan mengalami depresi dan kecemasan karena sering menghadapi kesulitan dalam belajar, bekerja, dan bersosialisasi.
  • Gangguan Kepribadian: ADHD dapat meningkatkan risiko gangguan kepribadian, seperti gangguan kepribadian ambang (borderline personality disorder) dan gangguan kepribadian antisosial.
  • Penyalahgunaan Zat: Individu dengan ADHD memiliki risiko lebih tinggi untuk menyalahgunakan obat-obatan terlarang dan alkohol sebagai cara untuk mengatasi gejala ADHD atau masalah emosional yang mereka alami.
Baca Juga :  Gangguan Kepribadian vs Perilaku Manipulatif, Mana yang Lebih Berbahaya?

2. Kesehatan Fisik:

  • Kecelakaan: Impulsivitas dan hiperaktivitas dapat meningkatkan risiko kecelakaan, seperti cedera saat berolahraga atau kecelakaan lalu lintas.
  • Penyakit Kardiovaskular: Stres kronis dan gaya hidup yang kurang sehat dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular pada penderita ADHD.
  • Obesitas dan Diabetes: Penderita ADHD cenderung memiliki pola makan yang buruk dan kurang olahraga, yang dapat menyebabkan obesitas dan diabetes.
  • Gangguan Tidur: Banyak penderita ADHD mengalami kesulitan tidur, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental mereka.

3. Harapan Hidup:

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *