Gaslighting vs Manipulasi, Memahami Perbedaan Keduanya Agar Tidak Jadi Korban
- data-sourcepos="30:1-37:0">
- Menolak Mendengarkan dan Memvalidasi Perasaan Korban: Pelaku gaslighting akan mengabaikan atau meremehkan perasaan korban. Mereka akan mengatakan hal-hal seperti, “Kamu terlalu sensitif,” “Kamu berlebihan,” atau “Itu hanya perasaanmu saja.”
- Bersikap Tidak Mengerti atau Bingung: Ketika korban mencoba menjelaskan apa yang mereka rasakan atau alami, pelaku gaslighting akan berpura-pura tidak mengerti atau bingung. Mereka akan mengatakan, “Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan,” atau “Aku tidak mengerti kenapa kamu marah.”
- Menyalahkan Korban Atas Segala Hal: Pelaku gaslighting selalu memutarbalikkan kesalahan dan menyalahkan korban, bahkan untuk hal-hal yang jelas bukan kesalahan korban. Mereka akan mengatakan, “Ini semua salahmu,” atau “Kalau kamu tidak begini, ini tidak akan terjadi.”
- Mengesampingkan Apa yang Dirasakan Korban: Mereka akan mengabaikan atau merendahkan apa yang dirasakan korban. Mereka akan mengatakan, “Kamu tidak punya alasan untuk marah,” atau “Kamu tidak perlu merasa sedih karena hal sekecil ini.”
- Membuat Korban Merasa Insecure dengan Menyalahkan dan Mengontrol Setiap Hal: Pelaku gaslighting akan terus-menerus mengkritik, merendahkan, dan mengontrol korban. Mereka akan membuat korban merasa tidak berharga, tidak kompeten, dan sepenuhnya bergantung pada pelaku.
- Mengingkari Kejadian atau Percakapan: Ini adalah taktik gaslighting yang paling berbahaya. Pelaku akan menyangkal bahwa suatu kejadian pernah terjadi atau percakapan pernah berlangsung, meskipun korban sangat yakin sebaliknya. Mereka akan mengatakan, “Itu tidak pernah terjadi,” “Kamu salah ingat,” atau “Kamu mengada-ada.”
- Memutarbalikkan Fakta: Pelaku gaslighting akan mengubah cerita atau fakta untuk membuat korban terlihat salah atau tidak rasional. Mereka akan memutarbalikkan perkataan korban atau menginterpretasi kejadian dengan cara yang menguntungkan pelaku.
Contoh gaslighting dalam hubungan romantis bisa berupa pasangan yang berselingkuh, tetapi ketika dikonfrontasi, mereka akan menyangkalnya mentah-mentah dan bahkan balik menuduh korban terlalu posesif atau cemburuan. Contoh lain adalah atasan di tempat kerja yang terus-menerus mengkritik kinerja karyawan, tetapi ketika karyawan tersebut mencoba membela diri atau memberikan argumen, atasan akan menyangkal bahwa kritik tersebut pernah dilontarkan atau mengatakan bahwa karyawan tersebut terlalu sensitif.
Perbedaan Mendasar: Tujuan, Efek, dan Ciri-Ciri
Meskipun manipulasi dan gaslighting sama-sama merugikan, perbedaan utama terletak pada tujuan dan efeknya pada korban. Berikut adalah tabel perbandingan singkat untuk mempermudah pemahaman:
Fitur | Manipulasi | Gaslighting |
---|---|---|
Tujuan | Mendapatkan apa yang diinginkan dari korban | Mengendalikan pikiran, persepsi, dan realitas korban |
Efek pada Korban | Merasa tidak aman, dimanfaatkan, atau tidak dihargai | Merasa bingung, kehilangan kepercayaan diri, dan gila |
Ciri-ciri | Berbohong, menyalahkan, menghindari tanggung jawab | Menyesatkan, mengingkari realitas, menciptakan narasi palsu |
Perbedaan Tujuan: Manipulasi bertujuan untuk mendapatkan keuntungan atau mencapai tujuan tertentu dari korban. Pelaku manipulasi ingin agar korban melakukan sesuatu yang menguntungkan mereka, baik secara materi, emosional, atau sosial. Sementara itu, gaslighting bertujuan untuk mengendalikan pikiran dan persepsi korban. Pelaku gaslighting ingin agar korban meragukan diri sendiri, menjadi bergantung pada pelaku, dan kehilangan kemampuan untuk berpikir jernih.
Perbedaan Efek pada Korban: Korban manipulasi mungkin akan merasa tidak aman, dimanfaatkan, atau tidak dihargai. Mereka merasa bahwa kebutuhan atau keinginan mereka diabaikan demi kepentingan pelaku manipulasi. Di sisi lain, korban gaslighting mengalami dampak yang lebih dalam dan merusak. Mereka bisa merasa bingung, cemas, depresi, kehilangan kepercayaan diri, dan bahkan merasa gila. Gaslighting secara sistematis meruntuhkan kesehatan mental dan emosional korban.
Perbedaan Ciri-ciri: Meskipun ada tumpang tindih dalam beberapa taktik, ciri-ciri utama manipulasi lebih berfokus pada kebohongan, penyalahan, dan penghindaran tanggung jawab. Sedangkan ciri-ciri gaslighting lebih menekankan pada penyesatan, pengingkaran realitas, dan penciptaan narasi palsu. Gaslighting melibatkan upaya sistematis untuk merusak persepsi korban terhadap kenyataan.