Attachment, Fondasi Kokoh Hubungan Orang Tua dan Anak

Attachment, Fondasi Kokoh Hubungan Orang Tua dan Anak

data-sourcepos="3:1-3:461">harmonikita.com – Attachment adalah sebuah konsep penting dalam psikologi perkembangan yang membahas tentang ikatan emosional mendalam antara individu, terutama antara anak dan pengasuhnya. Lebih dari sekadar rasa suka, attachment adalah kebutuhan dasar manusia untuk merasa aman, terlindungi, dan dicintai. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang apa itu attachment, jenis-jenisnya, dampaknya bagi perkembangan anak, dan bagaimana cara membangun attachment yang sehat.

Memahami Lebih Dalam Makna Attachment

Attachment, atau dalam Bahasa Indonesia dikenal sebagai kelekatan, merupakan dukungan-emosional-yang-dibutuhkan-pasangan/">ikatan emosional yang kuat dan bertahan lama antara dua individu. Pada konteks hubungan orang tua dan anak, attachment menggambarkan bagaimana anak merasakan dan merespon kehadiran serta interaksi dengan orang tua atau pengasuh utama mereka. Ikatan ini tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui serangkaian interaksi dan pengalaman yang berulang sejak bayi lahir.

Baca Juga :  Bahasa Tubuh dan Pola Bicara: Cara Ampuh Ungkap Kebohongan

Interaksi yang responsif dan penuh kasih sayang dari orang tua, seperti memberikan pelukan, sentuhan, tatapan mata, dan merespon tangisan bayi dengan cepat dan tepat, akan membangun rasa aman dan percaya pada diri anak. Sebaliknya, interaksi yang kurang responsif, tidak konsisten, atau bahkan kasar, dapat menimbulkan rasa tidak aman dan kecemasan pada anak.

Jenis-Jenis Attachment dan Pengaruhnya

Psikolog Mary Ainsworth, melalui penelitiannya yang terkenal dengan nama “Strange Situation,” mengidentifikasi beberapa jenis attachment yang berbeda, di antaranya:

1. Secure Attachment (Kelekatan Aman)

Anak dengan secure attachment merasa nyaman dan aman berada di dekat pengasuhnya. Mereka mungkin merasa cemas saat berpisah, tetapi akan dengan mudah ditenangkan saat pengasuhnya kembali. Mereka menggunakan pengasuhnya sebagai “base of exploration,” yaitu sebagai tempat kembali yang aman saat mereka menjelajahi lingkungan sekitarnya. Jenis attachment ini umumnya terbentuk pada anak yang mendapatkan pengasuhan yang responsif, konsisten, dan penuh sinyal-tersembunyi-anak-kurang-kasih-sayang-orang-tua-wajib-tahu/">kasih sayang.

Baca Juga :  Kenali 4 Tipe Karakter Anak dan Cara Tepat Berkomunikasi dengan Mereka!

2. Insecure-Avoidant Attachment (Kelekatan Menghindar)

Anak dengan insecure-avoidant attachment cenderung tidak menunjukkan keterikatan yang kuat pada pengasuhnya. Mereka mungkin tidak terlalu terganggu saat ditinggal dan tidak terlalu antusias saat pengasuhnya kembali. Mereka belajar untuk mandiri secara berlebihan karena pengalaman mereka menunjukkan bahwa pengasuhnya kurang responsif terhadap kebutuhan emosional mereka.

3. Insecure-Ambivalent/Resistant Attachment (Kelekatan Ambivalen/Resisten)

Anak dengan insecure-ambivalent attachment menunjukkan perilaku yang campur aduk. Mereka cenderung sangat cemas saat berpisah dengan pengasuhnya dan sulit ditenangkan saat pengasuhnya kembali. Mereka mungkin menunjukkan perilaku menempel sekaligus menolak, seperti ingin dipeluk tetapi juga mendorong. didikan-keras-bahaya-pola-asuh-narsistik/">Pola pengasuhan yang tidak konsisten dan sulit diprediksi dapat memicu jenis attachment ini.

Baca Juga :  Ayah Pergi, Luka Menganga: 5 Konsekuensi Fatal Ketiadaan Ayah Bagi Anak

4. Disorganized Attachment (Kelekatan Disorganisasi)

Jenis attachment ini ditandai dengan perilaku yang tidak terorganisir dan membingungkan. Anak mungkin menunjukkan perilaku yang kontradiktif, seperti mendekat lalu menjauh, atau terlihat takut pada pengasuhnya sendiri. Disorganized attachment sering dikaitkan dengan pengalaman traumatis, seperti kekerasan atau pengabaian.

Dampak Attachment pada Perkembangan Anak Jangka Panjang

Jenis attachment yang terbentuk di masa kanak-kanak memiliki dampak yang signifikan bagi perkembangan anak di masa depan. Anak dengan secure attachment cenderung memiliki:

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *