Memahami Gaya Pengasuhan Menurut Baumrind, Membentuk Karakter Anak
- data-sourcepos="45:1-50:0">
-
- Patuh dan disiplin di luar, namun rentan memberontak di dalam: Anak-anak yang dibesarkan dengan gaya otoriter mungkin terlihat patuh dan penurut di depan orang tua, namun cenderung menyimpan rasa marah, kecewa, atau frustrasi di dalam hati.
- Kurang percaya diri dan inisiatif: Karena terbiasa diatur dan dikontrol, anak-anak ini mungkin kesulitan mengambil keputusan sendiri atau mengembangkan inisiatif.
- Cenderung cemas dan takut gagal: Tekanan untuk selalu patuh dan memenuhi harapan orang tua dapat membuat anak-anak ini menjadi cemas, takut berbuat salah, dan kurang berani mengambil risiko.
- Kesulitan dalam mengembangkan keterampilan sosial: Kurangnya komunikasi terbuka dan hangat dalam keluarga dapat menghambat perkembangan keterampilan sosial anak, seperti kemampuan berempati, bekerja sama, atau menyelesaikan konflik secara sehat.
- Berpotensi mengalami masalah kesehatan mental: Beberapa penelitian mengaitkan gaya pengasuhan otoriter dengan peningkatan risiko masalah kesehatan mental pada anak, seperti depresi atau kecemasan.
2. Gaya Pengasuhan Otoritatif (Authoritative)
Gaya pengasuhan otoritatif dianggap sebagai gaya pengasuhan yang paling ideal dan efektif. Gaya ini menyeimbangkan antara tuntutan yang tinggi dan responsivitas yang tinggi. Orang tua otoritatif menetapkan aturan dan harapan yang jelas, namun juga memberikan penjelasan yang rasional dan melibatkan anak dalam proses pengambilan keputusan. Mereka hangat, suportif, dan responsif terhadap kebutuhan anak, serta mendorong kemandirian dan tanggung jawab.
Ciri-ciri utama gaya pengasuhan otoritatif:
- Aturan yang jelas namun fleksibel: Orang tua otoritatif menetapkan aturan dan batasan yang jelas, namun terbuka untuk diskusi dan negosiasi jika ada alasan yang kuat. Mereka menjelaskan alasan di balik aturan tersebut agar anak memahami tujuannya.
- Komunikasi dua arah dan terbuka: Orang tua otoritatif aktif mendengarkan pendapat anak, menghargai pertanyaan mereka, dan mendorong komunikasi yang jujur dan terbuka.
- Disiplin yang positif dan konstruktif: Disiplin diterapkan dengan konsisten dan berdasarkan prinsip keadilan. Orang tua otoritatif lebih memilih metode disiplin positif seperti pengarahan, penjelasan konsekuensi, atau time-out, daripada hukuman fisik atau verbal.
- Hangat, suportif, dan penuh kasih sayang: Orang tua otoritatif menunjukkan kasih sayang secara terbuka, memberikan dukungan emosional, dan menciptakan suasana keluarga yang hangat dan nyaman.
- Mendorong kemandirian dan tanggung jawab: Orang tua otoritatif memberikan kesempatan kepada anak untuk membuat pilihan, menyelesaikan masalah sendiri, dan bertanggung jawab atas tindakan mereka sesuai dengan usia dan kemampuannya.
Dampak gaya pengasuhan otoritatif pada anak:
-
- Percaya diri dan mandiri: Anak-anak yang dibesarkan dengan gaya otoritatif cenderung memiliki rasa percaya diri yang tinggi, mandiri, dan berani mengambil inisiatif.
- Berprestasi secara akademik dan sosial: Mereka umumnya memiliki prestasi akademik yang baik, kemampuan sosial yang baik, dan mampu menjalin hubungan yang sehat dengan orang lain.
- Regulasi emosi yang baik: Anak-anak ini mampu mengelola emosi dengan baik, lebih resilien dalam menghadapi stres, dan memiliki kesehatan mental yang lebih baik.
- Patuh dan bertanggung jawab karena pemahaman, bukan karena takut: Kepatuhan mereka didasari oleh pemahaman akan pentingnya aturan dan norma, bukan karena takut hukuman.
- Memiliki moral yang kuat dan empati yang tinggi: Mereka cenderung memiliki nilai moral yang kuat, mampu berempati dengan orang lain, dan memiliki rasa tanggung jawab sosial yang tinggi.
3. Gaya Pengasuhan Permisif (Permissive)
Gaya pengasuhan permisif ditandai dengan responsivitas yang tinggi, namun tuntutan yang rendah. Orang tua permisif cenderung sangat memanjakan anak, menghindari konfrontasi, dan jarang menetapkan batasan atau aturan yang jelas. Mereka lebih berperan sebagai teman daripada figur otoritas, dan cenderung membiarkan anak melakukan apa pun yang mereka inginkan.
Ciri-ciri utama gaya pengasuhan permisif: