Memahami Gaya Pengasuhan Menurut Baumrind, Membentuk Karakter Anak

Memahami Gaya Pengasuhan Menurut Baumrind, Membentuk Karakter Anak

    data-sourcepos="81:1-86:0">
  • Sedikit aturan atau batasan: Orang tua permisif cenderung menghindari penetapan aturan atau batasan yang jelas bagi anak. Mereka mungkin merasa tidak tega atau tidak ingin mengekang kebebasan anak.
  • Sangat memanjakan dan menghindari konfrontasi: Mereka cenderung memenuhi semua keinginan anak, bahkan yang tidak wajar, dan menghindari konflik atau pertentangan dengan anak.
  • Komunikasi terbuka namun tanpa pengarahan: Orang tua permisif mungkin berkomunikasi dengan anak secara terbuka, namun cenderung kurang memberikan pengarahan atau batasan yang dibutuhkan anak.
  • Disiplin yang lemah atau tidak konsisten: Disiplin jarang diterapkan secara konsisten, dan hukuman jarang diberikan atau tidak efektif.
  • Hangat dan penuh kasih sayang, namun kurang terarah: Mereka menunjukkan kasih sayang dan kehangatan, namun kurang memberikan bimbingan dan arah yang jelas bagi anak.

Dampak gaya pengasuhan permisif pada anak:

    • Impulsif dan kurang kendali diri: Anak-anak yang dibesarkan dengan gaya permisif cenderung impulsif, sulit mengendalikan diri, dan kurang bertanggung jawab.
    • Kurang menghargai otoritas dan aturan: Mereka mungkin kesulitan menghargai aturan dan otoritas, baik di rumah, di sekolah, maupun di masyarakat.
    • Cenderung menuntut dan egois: Karena terbiasa mendapatkan apa pun yang mereka inginkan, anak-anak ini mungkin menjadi menuntut, egois, dan kurang peduli terhadap kebutuhan orang lain.
    • Prestasi akademik yang kurang memuaskan: Kurangnya disiplin dan tanggung jawab dapat berdampak negatif pada prestasi akademik mereka.
    • Berpotensi terlibat dalam perilaku berisiko: Beberapa penelitian mengaitkan gaya pengasuhan permisif dengan peningkatan risiko perilaku berisiko pada remaja, seperti penyalahgunaan zat atau kenakalan remaja.

4. Gaya Pengasuhan Pengabaian (Uninvolved/Neglectful)

Gaya pengasuhan pengabaian merupakan gaya pengasuhan yang paling merugikan perkembangan anak. Gaya ini ditandai dengan rendahnya responsivitas dan rendahnya tuntutan dari orang tua. Orang tua pengabaian cenderung tidak terlibat dalam kehidupan anak, baik secara emosional maupun fisik. Mereka mungkin abai terhadap kebutuhan anak, kurang memberikan perhatian, bimbingan, atau dukungan.

Baca Juga :  30 Kebiasaan Positif yang Wajib Diajarkan Sebelum Anak Usia 7 Tahun!

Ciri-ciri utama gaya pengasuhan pengabaian:

  • Tidak terlibat dan acuh tak acuh: Orang tua pengabaian tampak tidak peduli dengan kehidupan anak, baik aktivitas, prestasi, maupun masalah yang dihadapi anak.
  • Kurang responsif terhadap kebutuhan anak: Mereka tidak peka terhadap kebutuhan emosional, fisik, maupun perkembangan anak.
  • Sedikit aturan atau batasan, namun bukan karena memanjakan: Aturan dan batasan tidak ada bukan karena orang tua permisif, namun karena mereka memang tidak peduli dan tidak terlibat.
  • Komunikasi yang minim atau tidak ada: Komunikasi antara orang tua dan anak sangat terbatas atau bahkan tidak ada sama sekali.
  • Tidak memberikan dukungan atau bimbingan: Orang tua pengabaian tidak memberikan dukungan emosional, bimbingan, atau pengarahan yang dibutuhkan anak untuk tumbuh kembang.
Baca Juga :  People Pleaser, Ketika Membahagiakan Orang Lain Menjadi Beban

Dampak gaya pengasuhan pengabaian pada anak:

    • Harga diri rendah dan merasa tidak berharga: Anak-anak yang diabaikan cenderung memiliki harga diri rendah, merasa tidak dicintai, dan tidak berharga.
    • Masalah emosional dan perilaku yang serius: Mereka berisiko tinggi mengalami masalah emosional dan perilaku yang serius, seperti depresi, kecemasan, agresi, atau kenakalan remaja.
    • Kesulitan dalam menjalin hubungan yang sehat: Kurangnya kelekatan dan dukungan emosional dari orang tua dapat menghambat kemampuan anak dalam menjalin hubungan yang sehat dan intim di kemudian hari.
    • Prestasi akademik yang sangat rendah: Kurangnya dukungan dan bimbingan dari orang tua dapat berdampak buruk pada prestasi akademik mereka.
    • Berpotensi mengalami masalah kesehatan mental dan fisik di masa dewasa: Dampak negatif dari pengabaian dapat bertahan hingga dewasa dan meningkatkan risiko masalah kesehatan mental dan fisik.

Menerapkan Gaya Pengasuhan Otoritatif: Menuju Pengasuhan yang Lebih Efektif

Dari keempat gaya pengasuhan yang telah dijelaskan, gaya pengasuhan otoritatif terbukti menjadi gaya pengasuhan yang paling efektif dan memberikan dampak positif bagi perkembangan anak. Namun, perlu diingat bahwa tidak ada gaya pengasuhan yang sempurna dan setiap anak adalah unik. Penting bagi orang tua untuk memahami prinsip-prinsip dasar gaya pengasuhan otoritatif dan menyesuaikannya dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing anak.

Baca Juga :  Komunikasi Empatik, Bekal Kecerdasan Emosional Anak di Era Digital

Tips praktis untuk menerapkan gaya pengasuhan otoritatif:

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *